Deretan Ayat-Ayat Ekonomi dalam Al Quran, Bahas Emas – Riba

Ekonomi dalam Al quran

Al Quran diturunkan Allah SWT untuk memberikan arahan dan ketetapan yang lengkap serta mendasar yang mudah dipahami serta dilaksanakan oleh segenap umat Muslim. Termasuk praktik-praktik ekonomi dalam Islam.

Dalam bidang ekonomi banyak sekali ayat yang menjelaskan perihal ekonomi masyarakat. Islam memiliki ajaran yang mulia dan unggul untuk menata ekonomi dalam kehidupan.

Jika ketentuan tersebut ditaati dengan penuh keimanan dan konsistensi maka akan tercapai kesejahteraan dan kebahagiaan hidup umat manusia di dunia maupun di akhirat. Di antaranya.

Q.S Al Luqman Ayat 19 Tentang prinsip ekonomi Islam. Artinya “Berlakulah wajar dalam berjalan dan lembutkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai”
Q.S Al Maidah Ayat 66 Artinya: “Seandainya mereka menegakkan (hukum) Taurat, Injil, dan (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhan mereka, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada umat yang menempuh jalan yang lurus. Sementara itu, banyak di antara mereka sangat buruk apa yang mereka kerjakan.”
Q.S Al Baqarah Ayat 275-280 Tentang Pelanggaran Riba. Ayat 275 surat al Baqarah ini menjelaskan perumpamaan orang-orang yang memakan riba yakni tidak dapat berdiri (hilang keseimbangan) melainkan seperti orang yang kemasukan syaitan karena penyakit gila.
Q.S Al Jumu’ah Ayat 9-10 Tentang aturan jual beli. Artinya: “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak banyak supaya kamu beruntung”
Q.S Al Hasyr Ayat 7 Tentang prinsip distribusi. Artinya: ” “apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kotakota, maka adalah untuk Allah, untuk rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya”.
Q.S Ali Imran Ayat 180 Tentang larangan bakhil. Artinya “sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil denganharta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”
Q.S At Taubah Ayat 34-35 Tentang menyimpan emas dan perak. Artinya: “Artinya: Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya sebagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benarbenar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalanghalangi (manusia) dari jalan Allah. dan orang-orang yang menyimpan”
Q.S Al Baqarah Ayat 282 Tentang hutang piutang. Artinya:”“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang (bertransaksi) untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya (mencatat dan membukukannya”

Dalam perkembangannya, prinsip ekonomi Islam menggabungkan berbagai macam pikiran, paradigma, pandangan, gagasan, etika, dan penafsiran yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadits.

Ulama juga berperang penting dalam melakukan penafsiran dengan berbagai perkembangan yang pesat di zaman sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*